TechnoUpdate News

Super-App Rumah Pendidikan Juara Dunia, Kalahkan Platform EdTech Raksasa India dan Jerman

ndonesia mencatat prestasi besar di kancah teknologi pendidikan dunia. Super-app Rumah Pendidikan, yang dikembangkan Kemendikdasmen melalui Pusdatin, berhasil menjadi juara internasional dan menyingkirkan kandidat kuat dari India dan Jerman, dua negara yang selama ini dikenal sebagai raksasa edtech global.

Dalam kompetisi International Customer Experience Awards (ICXA) 2025 di London, Rumah Pendidikan meraih dua medali perak untuk kategori inovasi dan transformasi digital. Kemenangan ini terasa istimewa karena aplikasi Indonesia mampu mengungguli platform milik perusahaan besar India dan Jerman yang sudah lama mendominasi sektor teknologi pendidikan dunia.

Rumah Pendidikan menjadi unggulan karena mengintegrasikan 986 layanan pendidikan dalam satu aplikasi — sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh banyak negara lain. Layanan tersebut dikelompokkan ke dalam delapan ruang: Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan, Ruang Murid, Ruang Sekolah, Ruang Bahasa, Ruang Mitra, Ruang Pemerintah, Ruang Orang Tua, dan Ruang Publik. Seluruh proses belajar, administrasi sekolah, pelatihan guru, hingga komunikasi orang tua kini bisa dilakukan dalam satu platform terpadu.

Keunggulan lainnya adalah kemampuannya menyederhanakan ratusan portal dan aplikasi lama menjadi satu ekosistem. Inilah yang dinilai para juri sebagai lompatan transformasi digital yang “praktis, berdampak luas, dan dapat diadopsi lintas wilayah.”

Sementara India dan Jerman mengirimkan aplikasi dengan kekuatan infrastruktur dan teknologi besar, Rumah Pendidikan unggul berkat integrasi layanan paling lengkap, konsep berjenjang yang memudahkan sekolah, serta model tata kelola data yang dinilai lebih matang dan berorientasi inklusi.

Read More  Kenali Ciri Investasi Bodong agar Tak Terjebak Janji Cuan Instan

Selain pengakuan internasional, aplikasi ini langsung disambut antusias oleh guru dan siswa di berbagai daerah. Pelaporan administrasi menjadi lebih cepat, materi pembelajaran lebih mudah diakses, dan orang tua bisa memantau perkembangan anak secara real-time. Pemerintah menegaskan bahwa platform ini dirancang untuk menjadi infrastruktur pendidikan nasional jangka panjang, bukan sekadar proyek aplikasi sesaat.

Prestasi ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dalam inovasi pendidikan digital, sekaligus menunjukkan bahwa transformasi teknologi buatan dalam negeri dapat bersaing di tingkat global — bahkan melampaui India dan Jerman yang sebelumnya menjadi benchmark industri edtech dunia.

Back to top button